No products in the cart.

Kontak Kami

Bandung: Jl. Soekarno-Hatta No.439, Kb. Lega, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40235

Jakarta: Jl. Tebet Barat IX No.31, RT.4/RW.4, Tebet Bar., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

marketinglensolar@gmail.com

Residensial:
0812-9490-5991

Bisnis:
0853-1485-1300

Read More

Sejarah Penemuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Berawal Dari Selenium Sampai Silikon

Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau akrab kita kenal dengan PLTS merupakan pembangkit listik yang memanfaatkan cahaya matahari untuk menghasilkan energi listrik. Matahari dikatakan sebagai sumber energi yang ketersediaan melimpah dan tidak terbatas, maka dari ini hal tersebut unggul dibanding penghasilan energi dengan menggunakan bahan bakar fosil. 

Pemanfaatan energi surya telah hadir sejak abad ke-7 sebelum masehi, bahkan disebutkan pada masa itu matahari menjadi suatu objek yang dihormati dan dipuja. Tahun 1839, fisikawan asal Perancis Edmond Becquerel menemukan efek fotovoltaik saat melakukan eksperimen dengan sel yang terbuat dari elektroda logam dalam larutan konduktor. Dalam eksperimen tersebut, Edmond menemukan sebuah sel yang menghasilkan lebih banyak listrik ketika terkena cahaya.  

Tahun 1873, Willoghby Smith menemukan senyawa kimia yang bernama selenium yang dapat berfungsi sebagai fotokonduktor. Berselang 3 tahun kemudian, William Grylls Adams dan Richard Evans Day menerapkan prinsip fotovoltaik yang ditemukan oleh Becquerel pada selenium. 

Pada 1883, hampir 50 tahun setelah penemuan efek fotovoltaik penemu Amerika Charles Fritz menciptakan panel surya selenium pertama dan berhasil menghasilkan listrik. Yang mana panel surya selenium itulah yang menjadi cikal bakal dari adanya penggunaan silikon dalam panel surya modern. 

Pada dasarnya, banyak fisikawan yang berperan dalam penemuan sel surya. Becquerel dikaitkan dengan pengungkapan potensi efek fotovoltaik dan Fritz dengan bener-bener menciptakan nenek moyang semua sel surya. 

Lalu pada tahun 1905, Albert Einstein menerbitkan sebuah makalah tentang efek fotolistrik dan bagaimana cahaya dapat membawa energi. Dengan tulisan tersebut Albert Einstein berhasil menarik perhatian dan membuat penerimaan penggunaan energi surya di banyak bidang.

Read More

Bagaimana Sih Cara Membaca kWh Meter Ekspor – Impor Di Rumah?

kWh Meter Ekspor – Impor, sebagai salah satu komponen utama sistem PLTS atap, berfungsi sebagai alat yang mengukur aliran masuk listrik dari jaringan distribusi PLN ke pelanggan, sekaligus mengukur arus keluar listrik dari sistem PLTS atap ke jaringan distribusi PLN. Meteran tersebut mengukur listrik dalam bentuk energi (kWh). Pada setiap akhir bulan, PLN akan menghitung tagihan listrik pelanggan PLN berdasarkan angka yang tertera pada meter ekspor impor tersebut. Bagi pelanggan yang memasang PLTS Atap, maka mekanisme pembayaran tenaga listrik kepada PLN harus dengan skema pascabayar.

Dengan menekan tombol display, tampilan akan menunjukan beberapa isi informasi dari kWh Meter Ekspor – Impor, yaitu :

  • tGL : Menunjukan tanggal pemaikaian
  • JAnn : Menunjukan jam pemakaian
  • ttL EXP : Menunjukan hasil masuknya listrik PLN atau total penggunaan listrik PLN
  • ttL INP : Menunjukan total hasil dari listrik PLTS di ekspor ke PLN
  • tEg : Menunjukan hasil tegangan listrik di rumah
  • ArUS : Hasil arus terjadinya proses ekspor
  • Err drl : Hasil error pada kWh Meter
  • Err ntr : Hasil error pada listrik
  • Coss Q : Faktor daya listrik rumah
  • Sn : Serial number kWh Meter

*kWh Meter Exim sudah dilengkapi AMR ( Automatic Meter Reading )

Sumber : Indonesian Clean Energy Development

Read More

Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara PT Surya Energi Indotama dan PT Haleyora Power Tentang Pemasaran & Pemasangan PLTS Atap LenSOLAR

BANDUNG, 01/12/2021. Telah dilakukan Penandatanganan Perjanjian Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Surya Energi Indotama (SEI) dan PT Haleyora Power. Penandatanganan Perjanjian Nota Kesepahaman (MoU) ini berkaitan dengan PT Haleyora Power sebagai mitra pemasaran dan instalasi PLTS Atap LenSOLAR yang dimiliki oleh PT Surya Energi Indotama.

Acara ini digelar di Ruang Mandalawangi, Gedung A, PT Len Industri (Persero) sejak pukul 10.00 WIB. Turut hadir Bapak Bambang Iswanto selaku Direktur Utama PT SEI, Ibu Sinung Tri Wulandari selaku Direktur Operasi PT Haleyora Power, Bapak Ardian selaku EVP Niaga dan Pemasaran PT Haleyora Power, serta seluruh jajaran yang terlibat dari kedua perusahaan.

Kerjasama ini dilandasi oleh komitmen PT Haleyora Power dalam mewujudkan misi Lead in Global Electricity Network Service Solution (GENSS) with CARE (Customer Focused, Innovative, Reliable) dimana point Innovative yaitu mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui model bisnis inovatif berbasis teknologi dan enviromental friendly. Adapun dengan terlaksananya perjanjian ini, nantinya PT Haleyora Power dapat menjadi mitra dalam memberikan penawaran terkait pemasangan, pengoperasian dan pemeliharaan PLTS Atap LenSOLAR dengan penerapan teknologi terkini dan dengan mutu standar terjamin yang diterapkan oleh PT Surya Energi Indotama.

Dalam sambutan yang disampaikan, Bambang Iswanto selaku Direktur Utama PT SEI menyatakan bahwa dengan kerjasama ini, kedua perusahaan dapat memanfaatkan keunggulan masing-masing perusahaan untuk saling melengkapi.

Melalui kerjasama ini pula, diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat Indonesia untuk dapat memanfaatkan energi baru terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Read More

Solar Kit Generasi Pertama, Solusi Hemat Biaya Listrik di Rumah

Sebagai perusahaan yang telah lama bergerak di bidang energi terbarukan dan untuk menjawab tantangan dalam berkontribusi di bidang energi terbarukan, PT Surya Energi Indotama (SEI) melakukan inovasi yaitu dengan meluncurkan produk terbarunya, Solar Kit Generasi Pertama atau Solar Kit 1st Gen.

Solar kit ini merupakan PLTS On Grid atau terhubung dengan jaringan PLN, dengan sistem kerja memanfaatkan energi matahari yang diubah menjadi energi listrik, untuk digunakan pada siang hari. 

Direktur Utama PT SEI Bambang Iswanto menjelaskan, kombinasi antara panel surya, mikro inverter dan rangka hidrolik ini memudahkan konsumen menginstal panel surya secara mandiri. Serta menghasilkan lebih banyak energi dengan biaya yang lebih ekonomis. 

Panel surya yang digunakan adalah produksi PT Len Industri (Persero), yang merupakan induk perusahaan dari PT SEI. Sedangkan PT Len Industri adalah perusahaan BUMN berbasis teknologi yang bergerak di bidang teknologi pertahanan, transportasi kereta, energi baru terbarukan PLTS, serta ICT, dan navigasi.

“Produk ini menjadi solusi alternatif untuk menghemat biaya listrik di rumah. Keunggulan dari produk ini yaitu pemasangannya yang mudah, aman dipasang di manapun dan juga dapat dipindahkan sesuai kebutuhan,” kata Bambang melalui keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Produk ini juga sudah water resistant dengan Indeks Proteksi 65, memiliki rangka yang bisa diatur ketinggiannya untuk menghindari genangan air, dan memiliki sistem monitoring energi melalui smart adaptor yang disediakan.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, untuk satu unit produk Solar Kit Generasi Pertama, PT SEI menerapkan harga launching dari Rp6.999.999 menjadi Rp5.999.999. Harga periode launching ini berlaku mulai 10 Oktober 2021 sampai 16 Oktober 2021.

“Pembelian produk ini sudah bisa dilakukan melalui marketplace dan website www.lensolar.co.id dengan sistem pre order,” ujar Bambang.

Bambang berharap, dengan adanya produk PLTS yang compact dan ekonomis ini, bisa menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang ingin mencoba menggunakan dan beralih ke energi yang lebih bersih dimulai dengan kapasitas kecil.

C
A
L
C
U
L
A
T
O
R
Hitung Sekarang!

Daya Listrik Anda:

kW:

...

Luas Lahan Minimal:

...

Estimasi Penghematan:

...

Estimasi Harga:

...

*Harga sudah termasuk instalasi & penggantian kWh ekspor - impor di daerah Bandung & Jabodetabek.